Batu Gerinda - Dalam dunia Teknik Mesin, khususnya pada proses finishing dan pembentukan presisi, mesin gerinda memegang peranan penting. Kualitas hasil penggerindaan sangat dipengaruhi oleh jenis batu gerinda yang digunakan. Oleh karena itu, siswa SMK Teknik Mesin perlu memahami pengertian, jenis, klasifikasi, serta kode batu gerinda agar dapat memilih batu gerinda yang tepat, aman, dan efisien.
A. Pengertian Batu Gerinda
Batu gerinda adalah alat potong berbentuk piringan yang tersusun dari butiran abrasif yang diikat oleh bahan pengikat (bond). Batu gerinda digunakan pada mesin gerinda untuk mengikis, menghaluskan, membentuk, atau mempertajam benda kerja, terutama yang terbuat dari logam.
Prinsip kerja batu gerinda adalah gesekan (abrasive cutting), bukan pemotongan seperti pahat atau pisau.
Konsep kerja batu gerinda:
- Piringan berputar cepat
- Butiran abrasif mengikis permukaan benda kerja
- Terjadi percikan api akibat gesekan
B. Jenis-Jenis Batu Gerinda Berdasarkan Bahan Abrasif
1. Batu Gerinda Aluminium Oxide (Al₂O₃)
Batu gerinda ini paling umum digunakan di bengkel teknik mesin.
Ciri-ciri:
- Warna abu-abu, cokelat, atau putih
- Keras dan tahan panas
Contoh penggunaan:
- Menggerinda baja karbon
- Mengasah pahat bubut
- Meratakan permukaan baja
2. Batu Gerinda Silicon Carbide (SiC)
Batu gerinda ini lebih tajam namun lebih rapuh dibanding Aluminium Oxide.
Ciri-ciri:
- Warna hijau atau hitam
- Sangat tajam
Contoh penggunaan:
- Menggerinda besi cor
- Kuningan dan aluminium
- Bahan non-logam (keramik, kaca)
3. Batu Gerinda Diamond
Menggunakan butiran berlian sintetis sebagai abrasif.
Ciri-ciri:
- Sangat keras
- Harga relatif mahal
Contoh penggunaan:
- Menggerinda carbide (widia)
- Alat potong presisi tinggi
- Industri perkakas
4. Batu Gerinda CBN (Cubic Boron Nitride)
CBN memiliki kekerasan di bawah diamond tetapi lebih tahan panas.
Contoh penggunaan:
- Baja keras (hardened steel)
- Industri otomotif
C. Jenis Batu Gerinda Berdasarkan Bentuk
![]() |
| Bentuk-bentuk batu gerinda |
1. Batu Gerinda Datar (Flat Wheel)
Bentuk paling umum.
Penggunaan:
- Gerinda datar
- Gerinda silindris
2. Batu Gerinda Mangkok (Cup Wheel)
Penggunaan:
- Mengasah pahat
- Alat potong bubut dan frais
3. Batu Gerinda Silinder
Penggunaan:
- Gerinda lubang (internal grinding)
4. Batu Gerinda Potong (Cut Off Wheel)
Penggunaan:
- Memotong batang besi
- Pipa dan plat logam
D. Klasifikasi Batu Gerinda
1. Jenis Abrasif
Menujukkan jenis Abrasif yang digunakan. Abrasif adalah butiran keras yang berfungsi sebagai pemotong pada batu gerinda. Setiap jenis abrasif memiliki karakteristik dan kegunaan berbeda. Jenis Abrasif yang digunakan biasanya :
- Aluminium Oxide (Al₂O₃) – Kode: A
- Silicon Carbide (SiC) – Kode: C
- Diamond – Kode: D
- CBN (Cubic Boron Nitride) – Kode: B
2. Ukuran Butir (Grit Size)
Menunjukkan tingkat kekasaran batu gerinda.
- Kasar: 10–24 (pengikisan cepat)
- Sedang: 30–60 (umum di bengkel)
- Halus: 80–120 (finishing)
3. Tingkat Kekerasan Batu Gerinda
Dilambangkan dengan huruf A–Z.
- Lunak: A–H
- Sedang: I–P
- Keras: Q–Z
Penting : Bahan keras → batu lunak, Bahan lunak → batu keras
4. Struktur Batu Gerinda
Menunjukkan kerapatan butiran abrasif.
- Struktur rapat: finishing halus
- Struktur renggang: penggerindaan kasar
5. Jenis Perekat (Bond)
- V (Vitrified): tahan panas, paling umum
- B (Resinoid): elastis, untuk potong
- R (Rubber): hasil halus
E. Pengkodean Batu Gerinda
![]() |
| Pembacaan batu gerinda |
Contoh kode batu gerinda:
A 46 K 5 V
Arti kode:
- A = Aluminium Oxide (jenis abrasif)
- 46 = Ukuran butir (sedang)
- K = Tingkat kekerasan batu
- 5 = Struktur batu
- V = Jenis perekat (Vitrified)
F. Keselamatan Kerja (K3) Saat Menggunakan Batu Gerinda
- Gunakan kacamata pelindung
- Periksa retak pada batu gerinda
- Jangan melebihi kecepatan maksimum
- Gunakan pelindung mesin gerinda
Pemahaman tentang jenis, klasifikasi, dan kode batu gerinda sangat penting bagi siswa SMK Teknik Mesin. Dengan memilih batu gerinda yang tepat, pekerjaan menjadi lebih aman, efisien, dan menghasilkan kualitas yang baik. Materi ini diharapkan dapat menjadi dasar sebelum praktik di bengkel sekolah maupun industri.





















































